Sabtu, 29 Juni 2024

Keterampilan Khusus Yang Dibutuhkan Oleh Industri Perbankan Syariah --- Studi Empiris Di Indonesia (Opini)

Pada dasarnya, perkembangan Bank Syariah di Indonesia telah menjadi tolak ukur keberhasilan bagi ekonomi syariah yang sudah dimulai sejak tahun 1991 dengan berdirinya bank syariah pertama di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia. Dengan diberlakukannya Undang-Undang No. 7 tahun 1992 sebagai landasan hukum bank syariah yang masih lemah dan akhirnya terkikis oleh kemajuan perbankan syariah, maka pemerintah merevisi Undang-Undang No. 7 tahun 1992 menjadi Undang-Undang No. 10 tahun 1998. Kedudukan hukum perbankan syariah di Indonesia mulai semakin kuat hingga diperbaharui lagi pada tanggal 16 Juli 2008 dan lahirlah UU Nomor 21 Tahun 2008. Oleh karena itu, perkembangan industri Perbankan Syariah nasional semakin memiliki landasan hukum yang memadai dan akan mendorong pertumbuhannya lebih pesat lagi (Peraturan Bank Indonesia, 2006).

Dalam era digital dan globalisasi, perbankan syariah tidak hanya dituntut untuk mematuhi prinsip-prinsip syariah tetapi juga harus bersaing dengan bank konvensional dalam hal efisiensi, inovasi, dan layanan pelanggan. Oleh karena itu, para profesional di industri ini harus memiliki pengetahuan mendalam tentang hukum Islam dan juga keterampilan dalam bidang keuangan, teknologi, manajemen, dan pemasaran. Keterampilan khusus yang dibutuhkan oleh industri perbankan syariah meliputi pemahaman mendalam tentang fikih muamalah, kemampuan dalam manajemen risiko berbasis syariah, keahlian dalam teknologi informasi khusus untuk sistem perbankan syariah, serta keterampilan manajerial dan kepemimpinan yang beretika. Selain itu, dengan semakin berkembangnya teknologi digital, kemampuan dalam mengembangkan dan mengelola layanan perbankan digital yang sesuai dengan syariah menjadi sangat penting.

Industri perbankan syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini didorong oleh berbagai faktor, seperti meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keuangan syariah, dukungan pemerintah, dan inovasi produk perbankan syariah. Pertumbuhan ini tentunya membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan memiliki keterampilan khusus untuk mendukung operasional perbankan syariah.

Sejalan dengan itu, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan MES, Putu Rahwidhiyasa, mengatakan, link and match sumber daya insani (SDI) di industri keuangan syariah belum mumpuni. Masih banyak para pelamar kerja ataupun tenaga kerja yang belum memahami secara mendalam perbankan syariah. Oleh karena itu dibutuhkan Langkah seperti berikut:

1.       Pengetahuan tentang Syariah

Keterampilan yang paling mendasar dan penting bagi SDM perbankan syariah adalah pengetahuan tentang syariah atau hukum Islam. Pengetahuan ini meliputi pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar syariah yang terkait dengan keuangan, seperti prinsip riba, gharar, dan haram.

2.      Pengetahuan tentang Keuangan dan Perbankan

Selain pengetahuan tentang syariah, SDM perbankan syariah juga harus memiliki pengetahuan yang kuat tentang keuangan dan perbankan. Pengetahuan ini meliputi pemahaman tentang akuntansi, keuangan, dan regulasi perbankan. Hal ini dapat mencegah terjadinya sengketa antara nasabah dan pihak perbankan syariah

3.      Keterampilan Interpersonal dan Komunikasi

SDM perbankan syariah harus memiliki keterampilan interpersonal dan komunikasi yang baik untuk dapat berinteraksi dengan nasabah dan membangun hubungan yang saling percaya. Hal ini penting karena nasabah perbankan syariah seringkali memiliki kebutuhan dan ekspektasi yang berbeda dengan nasabah perbankan konvensional.

4.      Keterampilan Teknologi Informasi

Industri perbankan syariah saat ini semakin mengandalkan teknologi informasi untuk menjalankan operasinya. Oleh karena itu, SDM perbankan syariah perlu memiliki keterampilan teknologi informasi yang memadai untuk dapat menggunakan berbagai aplikasi dan sistem perbankan syariah.

KESIMPULAN:

Pengembangan SDM yang kompeten dan memiliki keterampilan khusus ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan industri perbankan syariah di Indonesia. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan SDM perbankan syariah antara lain melalui pendidikan dan pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan karir. Dan beberapa keterampilan seperti : Pengetahuan tentang Syariah, Pengetahuan tentang Keuangan dan Perbankan, Keterampilan Interpersonal dan Komunikasi, Keterampilan Teknologi Informasi.

Selain keterampilan-keterampilan yang disebutkan di atas, ada beberapa poin penting lain yang perlu diperhatikan:

1.        Kemampuan beradaptasi

Industri perbankan syariah masih terus berkembang dan berubah. Oleh karena itu, SDM perbankan syariah perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan tersebut.

2.      Etos kerja yang tinggi

Industri perbankan syariah membutuhkan SDM yang memiliki etos kerja yang tinggi dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

3.      Integritas

SDM perbankan syariah harus memiliki integritas yang tinggi karena mereka memegang amanah yang besar dalam mengelola dana nasabah.















Penulis: Nirmala Annisa Ramadhani, Haidar, Hasna, Nuraeni Putri Al-Jazirah, Radhyia Nursyam, Nanda Dwi Nopianti, Muh. Agung Gunawan Saputra (Para Peserta Kegiatan Islamic Banking School 2024 Dari Kelompok 2)


Editor: Nur Azurah, Muh. Irwan Arfin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar