
Momok
menyeramkan di balik wisata keindahan: ada kebijakan yang bobrok dan moralitas yang terkisis
Di
balik keindahan yang tak terkalahkan, berita duka kembali menyelimuti daerah
Bulukumba, insiden tewas nya wisatawan di tebing pantai apparalang
kab.bululumba akibat terjatuh dan tenggelam menuai banyak pertanyaan yang
kontroversial. setelah beredar beberapa video di media sosial yang
memperlihatkan ketika korban sementara terjatuh di laut dan meminta
pertolongan, ada begitu banyak wisatawan yang lain yang hanya sebagai penonton,
bukan malah mencarikan solusi yang cepat dan darurat untuk korban. Di sisi lain
perlu di pertegas dan di pertanyakan kembali bagaimana efektivitas dari
pemerintah kabupaten Bulukumba dalam mengelola kawasan wisata tersebut serta
sistem keamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan seperti
kejadian yang baru ini memakan korban jiwa.
Tak
bisa di pungkiri bahwa keindahan alam merupakan salah satu keunggulan dan
kelebihan yang di miliki oleh suatu daerah, namun bukan berarti keindahan ini
menjadi satu momok yang menakutkan untuk masyarakat, tetapi keselamatan adalah
satu hal yang sangat utama yang perlu untuk kita perhatikan bersama.
jika
kita melihat dari kacamata sosial, amat sangat memprihatikan di tengah
kerumunan banyak orang yang menyaksikan insiden tersebut, tak satupun yang
menjadi penolong atas keselamatan korban, justru yang lebih banyak kita
saksikan adalah semua disibukkan untuk mengambil sesi video dan foto sebagai
tontonan sosial media.
Hal
ini memperlihatkan bahwa moralitas tak lagi dikedepankan, melainkan di geserkan
oleh teknologi media sosial yang sekedar hanya ingin mencari penonton dan
viral. Maka sepatutnya ini harus menjadi refleksi bagi setiap individu bahwa di
era disrupsi jangan sampai kita termakan hegemoni algoritma medial sosial yang
sama sekali menghilangkan identitas budaya kita sebagai masyarakat bulukumba
yaitu, Mali' siparappe tallang sipahua'.
Dan
yang lebih menarik lagi adalah sehari setelah insiden itu terjadi,ada pernyataan
dari pihak pemerintah yaitu Kadispora,yang menyatakan tentang wisata pantai
apparalang tidak memiliki izin dari pemerintah alias ilegal, dan wisata
tersebut yg merupakan milik negara ternyata selama ini di kuasai dan dikelola
oleh pihak yayasan tanpa izin yang berarti secara otomatis bahwa retribusi yang
selama ini di kenakan oleh pengunjung adalah pungli.
Hadir
beberapa pertanyaan yang sengat besar terhadap pemerintah Bulukumba bahwa
mengapa setelah insiden ini baru ada pernyataan sikap dari kadispora mengenai
bahwa destinasi wisata ini ilegal dan jika memang benar mesti nya sedari dulu
harus di tutup dan juga jika ada bentuk pungli yang secara jelas ,mengapa tak
sedari dulu pula untuk di tindak lanjuti.
Maka
dari itu perlu untuk di pertanyakan kembali di mana selama ini fungsi dan
tanggung jawab pemerintah dalam mengelola insfratruktur wisata dan sebagai
pemberi kebijakan terhadap struktur yang ada ,yang salah satu nya adalah
pengelolaan wisata dan lingkungan.
Selain
itu pemerintah daerah dituntut untuk bertanggung jawab penuh atas keluarga
korban dan insiden kejadian tersebut.sebab tragedi memilukan ini menjadi salah
satu konsekuensi atas bobrok nya sistem pengawasan dan standarisasi keselamatan
di destinasi wisata tersebut
Penulis:
Muh Akhwan Al Wahda M
Editor:
Asma Ardila
Tidak ada komentar:
Posting Komentar