Kamis, 04 Juni 2026

Peran Ekonomi Syariah Dalam Memperkuat Ketahanan Terhadap Krisis Energi Akibat Konflik di Timur Tengah

 

 

 

Peran Ekonomi Syariah Dalam Memperkuat Ketahanan Terhadap Krisis Energi Akibat Konflik di Timur Tengah

Menurut saya, konflik di Timur Tengah merupakan konflik yang sangat kompleks karena tidak hanya berkaitan dengan perebutan wilayah, tetapi juga menyangkut kepentingan politik, militer, dan ekonomi dunia. Konflik Palestina dan Israel yang sudah berlangsung sangat lama menunjukkan bahwa kawasan Timur Tengah masih menjadi pusat perhatian negara-negara besar karena memiliki sumber energi yang sangat penting bagi ekonomi global. Selama kepentingan tersebut masih ada, konflik kemungkinan akan terus dipelihara dan sulit diselesaikan secara penuh.

Menurut saya, pernyataan bahwa “minyak adalah darah kehidupan ekonomi modern” sangat benar karena hampir seluruh aktivitas dunia bergantung pada energi. Minyak dan gas tidak hanya digunakan untuk transportasi dan industri, tetapi juga mendukung perkembangan teknologi modern seperti data center, AI, dan kendaraan listrik. Oleh karena itu, negara yang mampu menguasai sumber energi dan jalur distribusinya akan memiliki pengaruh besar terhadap dunia. Iran misalnya, meskipun secara ekonomi dan militer lebih lemah dibanding Amerika Serikat, tetap memiliki posisi penting karena menguasai Selat Hormuz sebagai jalur distribusi minyak dunia.

Selain itu, saya berpendapat bahwa perkembangan teknologi modern membuat kebutuhan energi semakin meningkat. Namun penggunaan energi fosil secara berlebihan juga membawa dampak buruk bagi lingkungan, seperti polusi, emisi karbon, dan perubahan iklim. Dampak ekologis tersebut bahkan dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar dibanding keuntungan ekonomi jangka pendek. Karena itu, transisi menuju energi terbarukan menjadi langkah penting untuk menciptakan pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Menurut saya, konflik energi global sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Ketika terjadi gangguan distribusi minyak akibat konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel, harga minyak dunia langsung meningkat dan menyebabkan inflasi, kenaikan harga BBM, serta ancaman resesi global. Kondisi tersebut membuat biaya hidup masyarakat semakin tinggi dan dapat meningkatkan angka kemiskinan karena daya beli masyarakat menjadi lebih lemah.

Dalam kondisi seperti ini, saya berpendapat bahwa ekonomi syariah dapat menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Sistem ekonomi syariah mengajarkan prinsip keadilan, keseimbangan, dan kesejahteraan bersama. Pengembangan sektor perbankan syariah, industri halal, pertanian, serta filantropi Islam seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) dapat membantu menciptakan sistem ekonomi yang lebih stabil dan membantu masyarakat menghadapi dampak krisis energi global.

 

Penulis: Sri Pitri Amanda Lestari

Editor: Asma Ardila

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar