PENDIDIKAN BUKAN CUMAN SOAL GELAR
Pendidikan tidak
seharusnya dipandang hanya untuk memperoleh gelar semata atau seolah-olah
kuliah hanya untuk mendapatkan pekerjaan ketika sudah lulus. Namun, pendidikan
merupakan sebuah proses perjalanan panjang yang membentuk cara kita berpikir,
sikap, karakter, serta bagaimana kita memandang realitas yang terjadi sekarang
yang serba modern. Di era sekarang, pendidikan yang ideal ialah ketika teori
yang kita dapatkan di dalam bangku kelas tidak stuck begitu saja, tetapi
bagaimana teori itu dapat dipadukan dengan kolaborasi yang nyata dalam
kehidupan sehari-hari dan dapat diimplementasikan agar memberi manfaat pada
lingkungan sekitar.
Bagi saya, menjadi kaum
terpelajar bukan hanya tentang memiliki pengetahuan yang luas, tetapi bagaimana
seorang terpelajar memiliki peran sebagai Social of control, Agent of change
yang peka dalam merespon persoalan yang terjadi di masyarakat.
Selama saya menempuh
pendidikan, saya merasakan adanya perubahan dalam pola pikir dan sudut pandang.
Yang awalnya saya memandang pendidikan hanya sebagai kewajiban formal, tetapi
seiring berjalannya waktu pendidikan membuka wawasan yang lebih luas, membentuk
cara berpikir yang baik, dan mampu melihat suatu permasalahan dari berbagai
sudut pandang.
Di sisi lain, saya juga
meyakini bahwa kita tidak boleh memandang seseorang dari latar pendidikannya.
Seseorang yang tidak menempuh pendidikan tinggi bukan berarti tidak memiliki
kemampuan atau tidak bisa sukses, karena banyak orang yang mampu berkembang dan
memberikan kontribusi besar melalui kerja keras. Begitu pula dengan seseorang
yang sudah menempuh pendidikan tinggi namun ketika sudah lulus belum
mendapatkan pekerjaan, tidak seharusnya dipandang rendah karena setiap orang
memiliki proses, tantangan, dan waktu keberhasilan masing-masing.
Pada akhirnya, saya
memandang bahwa pendidikan merupakan sarana untuk membentuk diri pribadi yang
tidak hanya bijak, tetapi juga memiliki sikap untuk menghargai seseorang dan
peka terhadap kondisi suatu masyarakat.
Penulis: Muh Ihsan M
Said
Editor: Asma Ardila
Tidak ada komentar:
Posting Komentar